Pengertian Bimbingan Orang Tua

Pengertian Bimbingan Orang Tua

Pengertian Bimbingan Orang Tua


“Bimbingan merupakan suatu tuntunan. Hal ini mengandung pengertian bahwa dalam memberikan bimbingan bila keadaan menuntut, kewajiban dari pembimbing untuk memberikan bimbingan secara aktif, yaitu memberikan arah kepada yang dibimbingnya. Bimbingan juga mengandung makna memberikan pertolongan atau bantuan.[1]

Haiatin Chasanatin mengemukakan “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok agar mereka itu dapat mandiri melalui berbagai bahan, interaksi, nasehat, gagasan, alat dan asuh yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.”[2]

Orang tua adalah pendidik dalam keluarga. Orang tua merupakan pendidik utama dan terutama bagi anak-anak mereka. Dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Oleh karena itu, bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam keluarga. [3]

Dari pengertian di atas, yang dimaksud dengan bimbingan orang tua adalah petunjuk atau penjelasan cara mengerjakan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Di antara orang tua yang layak menjadi pemimpin utama dalam memberikan bimbingan kepada anak-anaknya dalam keluarga adalah ayah.

Sebagai mana dijelaskan dalam firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34 yang berbunyi:

Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Karena Allah Telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahgian yang lain (wanita) dank arena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu wanita yang saleh ialah perempuan yang patuh, memelihara kehormatannya, terutama seninggal suaminya, sesuai dengan perintah Allah yang telah diperintahkan Nya tentang pemeliharaan kehormatan dan rahasia rumah tangga itu. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan kedurhakaannya, berilah pengajaran yang baik, hukumlah dengan berpisah tidur, dan pukullah ia. Tetapi jika mereka telah mematuhimu, janganlah kamu cari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah itu Maha tinggi dan Besar. (QS. An-Nisaa’: 34) [4]

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ayah adalah pemimpin bagi isteri dan seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Ayah wajib memberi nafkah harta demi kelangsungan kehidupan keluarga dan juga memberikan bimbingan serta pendidikan. Meskipun fungsi ayah sebagai pemimpin utama dalam keluarga namun masalah mendidik dan membimbing anak, antara ayah dan ibu masing-masing mempunyai peran yang sama penting. 

Keluarga dan bimbingan tentangpendidikan tidak bisa dipisahkan. Karena selama ini telah diakui bahwa keluarga adalah salah satu dari Tri Pusat Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan secara kodrat.

Menurut Dr. H. Kamrani Buseri, “… Pendidikan di lingkungan keluarga berlangsung sejak lahir, bahkan setelah dewasa pun orang tua akan memberikan nasihatnya kepada anak…” [5]

Pentingnya pendidikan dalam keluarga karena Allah SWT. memerintahkan agar orang tua memelihara dirinya dan keluarganya agar selamat dari api neraka. Seperti yang tertera dalam Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 6.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasara, yang keras, yang tida mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim:6) [6]


Dari berbagai pendapat di atas, dapat penulis ungkapkan bahwa keluarga merupakan pusat dari pendidikan bagi seorang anak. Dan perhatian yang diberikan oleh orang tua merupakan pendidikan pokok (basic education) terhadap perkembangan dan pembelajaran seorang anak.

[1] Bimo Walgito, Bimbingan + Konseling [Studi & Karier], (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), Ed. III, hal. 6

[2] Haiatin Chasanatin, Bimbingan dan Konseling, (Metro: Sekolah Tinggi Agama Islam, 2010), hal. 11

[3] Syaiful Bahri Djamarah, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga Sebuah Persepektif Pendidikan Islam, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), cet.ke-1, hal. 85.

[4] Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjamahnya, (Bandung: Diponegoro, 2010),, hal.84

[5] Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit., hal. 22.

[6] Departemen Agama RI, Op. Cit., hal. 560.
Share this with short URL: Get Short URL loading short url

You Might Also Like:

Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Disukai

0 Comment

Add Comment

Gunakan konversi tool jika ingin menyertakan kode atau gambar.


image
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS] - lihat di sini

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed
×
×