Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik sesuai ajaran Islam

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik sesuai ajaran Islam

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik sesuai ajaran Islam

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik sesuai ajaran Islam :

Tuntunan Islam Memilih Pasangan Hidup

Assalamu’alaikum… sahabat Muslim/Muslimah, sebagaimana kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang Universal dan menjadi pedoman hidup, termasuk dalam hal Memilih Pasangan Hidup, Islam memberikan tuntunan yang kami yakin adalah terbaik untuk umatnya, dan pastinya sudah berdasarkan atas banyak hal yang menjadi dasar pertimbangannya.

Sahabat Muslim/Muslimah yang dirahmati Allah, betapa begitu baiknya Islam yang memberi tuntunan kepada kita dari kecil hingga akhir hayat. Dan ketika kita menginjak usia siap untuk menikah, kita tidak perlu bingung bagaimana caranya memilih atau menentukan siapa atau bagaimana yang baik untuk menjadi pasangan hidup kita. Tentunya terbaik menurut Syariat Islam, yang mana terbaik disini pasti akan memberikan kebaikan juga bagi yang mentaati atau mengikutinya…

Sahabat Muslim/Muslimah yang baik hatinya, kita menikah bukan hanya untuk sementara waktu pastinya, tentu untuk selamanya sampai akhir hayat kita. Untuk itu mendapatkan pasangan yang terbaik adalah alasan mutlak untuk dapat hidup bahagia bersama pasangan sampai ajal memisahkan…

Baiklah,,, sekarang kita coba bahas apa saja kriteria-kriteria yang diajarkan Islam kepada kita untuk memilih pasangan hidup? Mari kita simak bersama…

Kriteria Calon Istri yang Baik


Tuntunan Islam Memilih Pasangan Hidup

1. Diutamakan calon istri memiliki pengetahuan agama dan berakhlak baik, karena wanita seperti ini akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana Rasulullah SAW menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, dan kecantikannya.

Demikian pula firman Allah dalam Al-Quran :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu.” (QS. Al-Baqarah : 221)

Kemudian dalam hal wanita yang berakhlak, Allah berfirman dalam Al-Quran :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama pastinya akan berusaha untuk menjadi yang terbaik, shaliha dan menjaga ketaatannya kepada Allah, karena wanita seperti ini berusaha menjadi yang terbaik atas dasar ketaatannya kepada Allah dan Allah pasti menjadikannya terpelihara. Sebagaimana firman Allah :

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

2. Ia adalah seorang penyayang.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Sahabat Muslim/Muslimah yang dirahmati Allah, siapa sih yang tidak suka dengan orang yang penyayang. Kita tahu, seorang penyayang itu memiliki kelembutan hati dan perbuatan, beda hal dengan yang rasa penyayangnya kurang, pasti ia lebih acuh dan kurang perduli. Hal ini akan berdampak kepada kehidupan rumah tangga kita dan juga keturunan kita nantinya.

3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah SAW menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi SAW dan bersabda beliau SAW : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.

Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas. Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya. Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

Yang satu ini kita biasanya mengenal dengan kata “bukan saudara dekat”. Bahkan jika sahabat Muslim/Muslimah pernah mendengar, burung pun ada yang tidak boleh dikawinkan atau dijodohkan dengan yang sedarah, karena pasti keturunannya tidak akan bagus.

Kriteria Calon Suami yang Baik


Tuntunan Islam Memilih Pasangan Hidup

Sebenarnya tidak jauh berbeda dalam memilih pasangan hidup baik bagi pria atau bagi wanita, karena tujuannya sudah pasti sama yakni demi hidup yang bahagia. Oke, kita lanjut…

1. Islam.

Kalau yang no. 1 sih mutlak yah,,, jangan sampai muslimah menikah dengan yang non Islam, apapun alasannya, tidak ada tawar menawar lagi alias harga mati! Hehe…

Sebagaimana firman Allah :

“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah : 221)

2. Berilmu dan berakhlak baik.

Suami adalah imam dalam kehidupan rumah tangga, jika tidak berilmu atau kurang ilmunya, bagaimana ia bisa menjadi imam yang baik. Seorang suami harus bisa mengimami istrinya, yaaaa minimal dalam shalat berjamaah.

Dalam hal akhlak, wajib bagi suami memiliki akhlak yang baik. Karena suami adalah seorang pemimpin dalam rumah tangga yang pasti akan menemui masalah dalam bahtera rumah tangganya, dengan akhlak yang baik tentunya akan menyelesaikan masalah dengan baik pula.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien (agama) dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Seorang suami yang memilki keistimewaan adalah suami yang mempunyai ketakwaan dan kebaikan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah SAW yaitu :

Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah SAW : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

Inilah sekelumit bahasan dalam hal memilih pasangan hidup yang sesuai dengan tuntunan Islam, agar tidak terjadi salah pilih dan penyesalan setelahnya. Adapun soal berjodoh atau tidak itu adalah urusan Allah. Bagi kita yang penting adalah Ikhtiar dulu setelah itu kita tawakkal, karena segala sesuatu itu Allah yang menentukan. Insya Allah…

Wassalamu’alaikum wr wb…

Share this with short URL: Get Short URL loading short url

You Might Also Like:

Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Disukai

0 Comment

Add Comment

Gunakan konversi tool jika ingin menyertakan kode atau gambar.


image
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS] - lihat di sini

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed
×
×